antara semut & sifat Manusia

Semut memang binatang yang sangat kecil dan tidak sebanding dengan kita, tetapi ada begitu banyak hal positif yang dapat kita pelajari lewat perilaku dan kebiasaan semut. Kebiasaan dan perilaku apa saja yang bisa kita petik dari seekor semut?

1. Semut tidak pernah putus asa
Cobalah beri rintangan untuk menutup jalan yang tengah dilalui seekor semut. Semut itu tidak akan berhenti atau mundur, ia akan terus berjalan ke segala arah untuk mencari rute lain. Tidak jarang, semut itu akan dengan santainya menaiki rintangan tersebut untuk bisa melewati rintangan dan kembali melanjutkan perjalanannya. Kita bisa belajar dari seekor semut kecil ini untuk urusan kegigihan dan pantang menyerah. Ketika menemui jalan buntu, mengalami kegagalan, ketika merasa seolah-olah masalah tidak ada solusinya, janganlah putus asa. Semut saja pantang menyerah, apalagi kita yang katanya spesies mahluk paling pintar di dunia.

2. Semut itu rajinnya luar biasa
Pernah melihat semut sedang tidur-tiduran beristirahat dengan santai? Itu akan menjadi suatu pemandangan yang sangat langka, karena hampir setiap kali kita melihat semut dalam keadaan aktif, berjalan dan bekerja mengangkut makanan. Semut selalu rajin, kerja sudah menjadi bagian penting dari hidup mereka. Soal kerajinan pun bisa kita pelajari dari semut.

3. Semut itu kuat
Tidak jarang kita melihat semut sanggup mengangkat beban yang jauh lebih besar dari tubuhnya. Kita manusia, kadang mungkin mengangkat beban sedikit saja sudah langsung mengeluh dan bersungut-sungut. Begitu pula ketika tengah mengalami beban masalah, tidak jarang kita cenderung akan merasa patah semangat dan menyerah seketika.

4. Semut itu saling tolong menolong dan berjiwa sosial
Apa yang dilakukan semut ketika makanan yang hendak diangkut terlalu berat? Mereka akan mengangkatnya bersama-sama. Sudahkah kita memiliki kepedulian dan mau membantu meringankan beban saudara-saudara kita? Atau kita masih berpangku tangan dan pura-pura tidak melihat mereka yang tengah menangis meminta pertolongan? Tidak ada manusia yang sanggup hidup sendiri. Kita manusia adalah mahluk sosial dan perlu berafiliasi dan bersahabat dengan mahluk lain. Kita selalu diingatkan untuk bekerja sama, saling dukung dan tolong menolong.

5. Semut cepat melihat peluang
Betapa cepatnya semut hadir ketika dia mengetahui ada peluang untuk mendapatkan makanan. Semut akan segera hadir di tempat-tempat yang menguntungkan baginya. Semut tidak akan melewatkan kesempatan emas ketika ada sesuatu yang bisa dia peroleh.

Pepatah “ada gula ada semut” agaknya kurang tepat saat ini. Kenapa demikian? Karena sepertinya semut tetap hadir dimana-mana dengan aktif meski ada gula atau tidak. Di atas meja, di lantai, bahkan semut masuk ke dalam dispenser yang isinya hanya air mineral. Untuk mencari peluang pun, semut akan mencari ke ujung dunia sampai tempat-tempat yang awalnya seperti tanpa ada peluang. Namun, kita tidak pernah tahu peluang akan muncul dimana, bukan?

Kita harus belajar seperti semut yang tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan. Ada banyak orang yang mundur setelah banyak pertimbangan dan ragu ketika melihat bahwa kesempatan yang terbentang itu membutuhkan pengorbanan, dan akibatnya mereka akan melewatkan peluang dan kehilangan kesempatan.

Semut memang binatang yang kecil dan lemah, namun kaya akan kebiasaan dan perilaku positif yang bisa kita jadikan pedoman untuk memperbaiki pola kebiasaan hidup kita. Mari kita belajar dari semut dan terus mengembangkan kebiasaan dan pola hidup positif dan benar

Posted on 1 Maret 2012, in Motivasi. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. bgus artikelnya,,,,,ini adminnya orang nujo?

  2. saya orang ngalangombo ms rumh aq seblhseltan masjid,,oya follow my blog jg ya,,,

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s