Menilai orang lain

Dalam keseharian, seringkali kita memberikan penilaian terhadap apa yang kita rasakan, kita lihat atau pun kita dengar. tak ada yang sempurna, beraneka karakter manusia, dengan jalan hidup yang berbeda – beda.

Hanya saja, seringkali orang masih memberikan penilaian berdasarkan pengelihatan maupun pendengaran yang sesaat. memberikan penilaian berdasarkan apa yang ia ketahui dari orang lain tanpa verifikasi.
melihat, tetapi tidak dengan matanya sendiri. mendengar, tetapi tidak dengan telinganya sendiri. menggeneralisasi suatu permasalahan yang akhirnya memberikan nilai yang buruk pada segolongan orang. atau pun menilai berdasarkan ukuran kebanggaan dan kepantasan di dunia ini.

Terkadang juga, orang masih menilai dari apa hanya tampak dari luarnya saja. tanpa melihat jauh ke dalam hatinya. ketika bertemu dengan seorang preman misalnya, citra buruk akan langsung tertuju kepadanya. tanpa mengetahui lebih jauh tentang alasan serta latar belakang perbuatan mereka. tanpa menolong mereka. padahal sama sekali kita belum memahami mereka. sedangkan kita sama sekali tak tahu apa yang tersimpan di dalam hatinya. …. kita tak pernah membenarkan perbuatan buruk mereka, tetapi kita tidak dibenarkan pula untuk memberikan nilai negatif kepada diri mereka.

Atau ketika memandang buruk kepada seseorang karena masa lalunya yang kelam. padahal pada mereka, telah diberikan pelajaran yang banyak, dan mereka telah atau akan belajar tentang itu. melangkah kepada kehidupan yang lebih baik. aku menjadi teringat dengan sebuah kutipan seseorang yang berkata kepada seorang temannya dengan masa lalu yang buruk. “aku tak tahu dan tak peduli dengan masa lalumu, yang aku tahu, sekarang ini kau adalah orang yang baik. betapa indah jika setiap orang memiliki cara pandang yang demikian itu.

Atau ketika memandang rendah kepada orang yang tidak berpendidikan tinggi, latar belakang keluarga yang kurang baik, tidak mapan, dan lain sebagainya. sedang kemuliaan dalam hidup ini sama sekali tidak didasarkan dengan ukuran-ukuran keduniaan tersebut.

Teman, selama ini aku hanya berpikir, bahwa segala sesuatu memiliki alasannya. tak ada orang yang ingin berbuat jahat kepada dirinya sendiri maupun kepada orang lain. tak ada orang yang ingin menyakiti dan disakiti. tak ada orang yang ingin membenci dan dibenci. dan tak ada orang yang menginginkan kerusakan serta keretakan dalam kehidupan ini.

Ingin selalu belajar untuk memahami dan berhati – hati. menahan diri dari segala prasangka. karena kita tak akan pernah tahu apa yang tersimpan dalam hati seseorang. kita tak pernah tahu kebaikan apa yang telah mereka berikan kepada kita. dan selalu ada banyak kesempatan setelah kesempatan yang pertama.

Posted on 23 November 2011, in Anak kampung. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. bbetul itu.. harus hati2 menilai orang lain…
    klo penilaian kita bagus, insyaAllah ke depannya jg bagus…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: