Fiqr Mufasir

Telah mula awalnya, namun belum juga bertemu akhirnya
telah dikisahkan ribuan kali dagu bertemu dengan lutut,
Do’a yang telah meninggi kembali kepada permulaannya (bismillah)
Berulang kali kemarau bertaut dengan musim penghujan
Guguran sakurapun, telah pula bertangkai-tangkai musimnya

Ayat bertemu ayat
Surat bertemu surat
Lamunan meninggi, namun bagaikan menegakkan helai benang
Berkali tafsir, saling beradu kata,
sesat berbalas sesat, kafir berbalas kafir….
Namun belum juga pena bertemu kata akhirnya

Rupanya, bukanlah salah awalnya
Bukan pula samar tujuan akhirnya
Bukan pula Jibril berhenti dari tugasNya
Namun, nilai do’a belum sampai ke kaki ArsNya…
dan jiwa belum lagi sesuai dengan kehendakNya

…Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
QS. an-Nur (24) : 35

…Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.
Sekali-kali jangan. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia,
dan meninggalkan (kehidupan) akhirat. QS.Al Qiyamah:19-21

Posted on 4 Maret 2011, in Anak kampung. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: