Update Status Facebook Lewat Tri

wvMbqmfVMW

RAHMAT berprofesi sebagai penjual mie ayam. Setiap hari banyak orang datang membeli mie ayamnya yang memang terkenal cukup enak. Padahal dia tergolong baru berjualan, baru sekira 1 minggu.

 

Melihat fenomena ini, Nisa, salah satu pelanggan Mie Ayam Rahmat, sangat penasaran dengan sukses yang dialami oleh Pak Rahmat. Nisa pun mencoba mencari tahu hal tersebut.

“Pak, mie ayamnya satu dong,” ujar Nisa.
“Antri dulu ya, mba. Saya masih ada tiga pelanggan lagi,” jawab Rahmat.

Nisa terlihat kesal. Pasalnya, dia harus menunggu lama untuk dilayani. Setelah hampir 15 menit menunggu, Nisa pun mendapatkan semangkuk mie ayam di tangannya.

“Ramai banget sih, pak. Padahal kan bapak baru seminggu dagang di sini ya,” tanya Nisa memulai interogasinya.

“Iya, neng. Ini gara-gara Facebook,” jawab Pak Rahmat.
“Wah, bapak punya Facebook juga ya?” ujar Nisa seraya terkejut dan mata terbelalak.

“Punya dong, neng. Tiap hari saya promosi lewat Facebook. Twitter juga loh,” jelas Pak Rahmat.

“Mie Ayam Pak Rahmat, Beli satu gratis baso dua biji. Beli dua gratis pangsit basah dan baso, beli tiga gratis satu mangkok mie ayam. Silakan datang dan rasakan bedanya,” Pak Rahmat membacakan status terbaru di akun Facebook dan Twitternya.

Kali ini Nisa tersedak karena terkejut untuk kedua kalinya “Hah? Bapak punya Twitter juga? Boleh saya lihat akunnya, Pak?”

“Wah, harus pake komputer, Neng. Hape saya kan cuma kayak gini,” kata Pak Rahmat seraya menunjukkan ponselnya yang berbentuk candy bar dan tidak berwarna pula.

“Loh, kalo hape bapak kayak gitu, gimana update statusnya?” tanya Nisa penasaran.

“Saya tulis lewat SMS, Neng. Trus saya kirim ke Tri,” jawab Pak Rahmat.

“Oh, pake kartu operator 3. Hebat juga,” duga Nisa.
“Bukan, Neng. Tri itu panggilan sayang buat pacar saya. Namanya Hasna Tri Astuti. Dia kerjaannya jagain warnet 24 jam. Jadi kalo saya mau update status, tinggal kirim SMS ke dia, nanti dia yang gantiin status saya. Sebagai bayarannya, saya kasih mie ayam gratis setiap ketemuan seminggu sekali. Murah banget, kan?” jelas Pak Rahmat.

Nisa yang mendengarnya hanya melongo, bengong, merasa menjadi orang paling bodoh sedunia. Dibodohi oleh seorang tukang mie ayam dan penjaga warnet 24 jam bernama Tri.

“GUBRAAAAKKKKK!!!!!” (srn)

Posted on 10 November 2009, in Anak kampung. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: